Sunday, March 6, 2011

Penjajahan atas Manusia ( Perbudakan )



Perbudakan dan penjajahan manusia atas manusia telah terjadi sejak generasi ketiga manusia. Karena sebuah perbedaan dan keserakahan, manusia mengikuti tipudaya setan untuk melakukan kezaliman dengan menindas, memperbudak bahkan menjadikan belian. Padahal, setiap manusia adalah sama di hadapan Allah. Manusia semuanya sebagai pengemban tugas khalifah di muka bumi dan mempunyai misi hidup.
“ Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.
( Q.S. Al-Araf : 129 )

Allah menurunkan ad-dien ( agama ) sebagai solusi atas semua permasalah kehidupan manusia serta menjadi penghubung antara dirinya dengan Allah, raja-nya. Agama inilah, agama yang satu. Agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Adam a.s, Nabi Nuh a.s. Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s dan sampai pada penutup para nabi, yakni Nabi Muhammad SAW. Inilah agama Islam

Islam hadir untuk menghapuskan penjajahan dan perbudakan atas selain Allah, menuju penghambaan totalitas hanya kepada Allah semata. Hingga manusia sampai pada titik tertinggi kehidupan ( Taqwa ). Dirinya mampu mengaktualisasikan diri serta menjalankan misi hidup.

 “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir”  ( Q.S. Al-Balad : 10-16 )

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka[1036], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu”
( Q.S. Annur : 33 )

Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan yaitu seorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal. Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak- budak itu ditolong dengan harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya.

Perbudakan secara fisik, tidak lebih berbahaya dengan perbudakan metafisik ( yang bersifat abstrak, tidak nyata terlihat ). Zaman ini, manusia diperbudak oleh harta ( kapitalisme ), hawa nafsu ( hedonism ), wanita, kekuasaan, status, teknologi dan bahkan oleh imunya sendiri.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggal Pesan & Komentar