Sunday, March 6, 2011

Belenggu-belenggu Hati Manusia



Hati merupakan salah satu potensi terbesar yang Allah berikan kepada manusia, dengan Hati inilah manusia merasakan kebenaran hakiki yang jelas datang dari Allah SWT. Hati dalam artian Qalbu, merupakan tempat God Spot. Inilah kunci masuk hidayah dari Allah SWT. Celakanya jika Qalbu ini ternodai dan bahkan terinfeksi belenggu-belenggu hati  sehingga hatinya jadi berpenyakit serta kondisi terburuk adalah hatinya dikunci mati. Jika hati telah terbelenggu oleh thagut, idealisme yang salah, pola pikir keliru, sudut pandang yang berdasarkan hawa nafsu, mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok dengan congkak,  terbiasa dengan karakter munafik, pengalaman buruk yang salah pemaknaan, menafikan kebenaran karena dasar kesombongan, hasad iri dengki terhadap, prasangka yang subjektif karena was-was setan serta penyakit hati paganism dll, inilah awal bencana terbesar bagi seorang khlifah, seorang manusia yang memiliki misi hidup atas program besar ini.
Mardhatillah hanyalah mimpi belaka, yang ada malahan laporan pertanggungjawaban yang hitam atas tugas kepemimpinan dirinya sebagai pengemban khilafah yang tidak menjalankan misi hidup sebagaimana yang telah Allah tetapkan.

“ Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati.  mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.” ( Q.S.  At-Taubah : 77  )

“ Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan. ( Q.S. Al-An’am : 113 )

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa[1404] dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
( Q.S. Al-Fath : 26 )

“ Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.”  ( Q.S.  Al-Mu’minun : 63 )

“ Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.”  ( Q.S. Al-An’am : 110 )

Menjadi sebuah keniscayaan bahwa seorang manusia yang beriman mestilah merdeka jiwa-nya dari semua berhala dan belenggu hati, hanya ada satu pengabdian. Pengabdian hanyalah untuk Allah semata.  Dirinya mesti menafikan semua tuhan/berhala dan tidak usah beribadah apapun, kecuali hanya kepada Allah. Laa ilaaha illallaahTiada Tuhan selain Allah
Kalimat inilah, kalimat yang dibawa oleh setiap nabi Allah. Kalimat inilah yang mesti tegak di muka bumi sebagai indikator  keberhasilan seorang manusia yang mengemban tugas khalifah dan memiliki misi hidup untuk ibadah totalitas terhadap Allah SWT.

Islam sebagai sistem ( ad-dien ) kehidupan yang Allah turunkan, memberikan keselamata-kedamaian-dan ketentraman hidup dengan membebaskan hati manusia dari setiap belenggu apapun selain Allah. Manusia dengan hati yang terbelenggu oleh hawanafsu, kesesatan dan semua penyakit hati lainnya akan berujung pada kesia-siaan dan neraka-lah tempat kembali-nya.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggal Pesan & Komentar