Tuesday, March 29, 2011
PERSIS DAN BOM “TEROR”
Cukup mengejutkan saat mendengar berita ada kiriman paket bom ke kantor PP Persis (25/03/11) dengan alamat Ketua Umum PP Persis K.H. Prof. Dr. Maman Abdurrahman. Mengejutkan karena agak mengherankan bila paket bom ini dikirim ke PP Persis. Padahal sebelumnya paket-paket bom itu ditujukan kepada orang-orang yang dianggap mengganggu Islam seperti JIL, Gorys Mere, Ahmad Dani, dan lainnya. Tapi kini yang menjadi sasaran justru kantor ormas Islam yang selama ini dikenal cukup “keras”.
Akan semakin mengherankan lagi bila melihat kembali kasus Bom Bali I dan II beberapa tahun ke belakang dan hubungannya dengan Persis. Pada kasus Bom Bali I, Persis dicurigai karena salah seorang tersangka pelakunya Imam Samudera yang akhirnya dihukum mati berasal dari keluarga besar Persis di Serang Banten. Ibunya adalah aktivis Persatuan Islam Istri (Persistri) dan adiknya yang aktivis Pemuda Persis adalah alumni Pesantren Persis. Saat Bom Bali II meletus, nama Persis kembali disangkut-pautkan karena salah seorang yang diduga pelakunya, yaitu Salik berasal dari keluarga aktivis Persis di Majalengka.
Gara-gara Persis dikait-kaitkan dengan terorisme itu, para petinggi Persis saat itu cukup kewalahan untuk memberikan penjelasan bahwa sekalipun mereka yang tertangkap ada kaitannya dengan Persis, namun Persis sama sekali tidak ada kaitan dengan pengeboman di manapun. Sekalipun memang tidak terbukti bahwa Persis memiliki keterkaitan dengan bom terror di manapun, watak dakwah Persis yang “tegas”, bahkan terkesan “keras”, tetap menjadi sorotan. Persis termasuk salah satu ormas yang masih dianggap fundamentalis dan radikal hingga sangat mungkin bila secara gerakan dekat dengan para “teroris”.
Stigma seperti ini bahkan masih ditemukan tahun-tahun belakangan ini, jauh setelah peristiwa Bom Bali I dan II. Misalnya, dalam laporan International Crisis Group (ICG) mengenai Peristiwa Ciketing Bekasi 2010 lalu, ditulis bahwa di antara kelompok Islamist (Islam radikal) antara lain: DDII, JAT, FUI, FPI, FAPB, GAMIS, GPI, Persis, Al-Islam, dan lainnya. Mengenai Persis dalam laporan setebal 20 halaman yang diberi judul “Indonesia: “Christianisation” and Intolerance” dituliskan: Persatuan Islam (PERSIS). A West Java-based organization dating back to the 1920s, its members are largely salafi, and while the organisation as a whole is completely respectable, a few of its members have flirted with terrorism. Imam Samudra, the Bali bomber, came from a PERSIS background. Sekalipun secara umum Persis dianggap respectable (baik), namun tetap saja dianggap berpotensi melahirkan “teroris”.
Kalau kesan terhadap Persis seperti demikian, semestinya agak sulit mencari pembenaran mengapa harus kantor PP Persis yang dikirimi bom. Bukankan Persis dianggap dekat dengan kolompok-kelompok yang dituduh teroris? Apalagi belakangan ini muncul berita di Al-Jazeera soal Dewan Revolusi Indonesia (DRI) yang melibatkan Ketua Umum PP Persis. DRI ini presidennya Habib Rizieq dan salah satu Dewan Fuqaha-nya Abu Bakar Ba’asyir. Sementara Ketum PP Persis ditulis sebagai Menteri Pendidikan. Artinya, di kalangan kelompok yang dianggap “radikal” Persis masih diakui sebagai satu haluan.
Oleh sebab itu, kalau sekarang justru Persis menjadi sasaran dan target pengeboman, berarti isunya beralih: Persis sasaran terorisme. Tapi, kalau justru yang menjadi target adalah Persis yang justru dipertanyakan adalah masalah pengeboman-pengeboman yang terjadi selama ini. Sungguhkah ini dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam yang dianggap garis keras? Analisis pengamat terorisme seperti Dino Cresbon yang buru-buru menuduh kelompok Abdullah Sunata yang membuat dan mengirimkan paket-paket bom selama ini menjadi penuh kejanggalan.
Sekalipun dari penjara Abdullah Sunata sudah membantahnya dan menolak kalau ia dikatakan punya pengikut, namun opini media luar biasa kencangnya. Dalam berbagai wawancara televisi selalu disebut-sebut kelompok-kelompok yang selama ini dituduh teroris sebagai pelaku pengiriman bom-bom buku yang sempat meledak satu di markas JIL. Mantan ketua BIN Hendropriyono berkali-kali menegaskan bahwa pelakunya adalah pemain lama. Tentu saja yang dimaksudnya adalah senada dengan tuduhan Dino Cresbon.
Tuduhan-tuduhan itu sampai saat ini belum bisa dibuktikan secara pasti. Tidak ada data yang mengarah ke sana sampai-sampai pengacara Abdullah Sunata, Ahmad Michdan menyebut Dino sebagai pengamat gossip karena berbicara tanpa fakta. Satu-satunya yang paling mudah mengaitkan kasus pengiriman bom ini adalah dengan melihat motifnya. Ulil, Gorys Mere, Yapto, Ahmad Dhani bisa disebut sebagai musuh mereka yang dituduh teroris itu. Orang-orang ini dianggap musuh Islam hingga harus disingkirkan. Di luar teori motif ini tidak ada yang bisa dibuktikan lagi. Apalagi sampai hari ini intelijen dan polisi seolah tidak punya kuasa untuk mengungkap siapa di balik semua ini.
Bila teori motif ini yang dipegang justru berbagai kejangggalan segera muncul. Pertama, selama ini isu terorisme selalu dikaitkan dengan global war (perang global) melawan Amerika dan antek-anteknya. Bom yang meledak sejak tahun 2001 di Bali, Jakarta, dan lainnya di tempat-tempat yang mudah dihubungkan dengan Amerika dan antek-anteknya. Sasarannya selalu kabur karena memang bukan individu yang dituju. Cukup mengherankan bila kemudian tiba-tiba bom-bom itu ditujukan langsung kepada individu-individu seperti Ulil dll. Sekalipun mereka bisa dikaitkan dengan Amerika, tapi kenapa hanya segelintir orang saja yang disasar? Bukankah ada yang lebih langsung menjadi kaki tangan Amerika di Indonesia?.
Kedua, keanehan modus ini semakin menjadi-jadi ketika pada hari-hari berikutnya muncul paket-paket serupa di beberapa tempat dengan target yang tidak jelas. Dan yang paling mengherankan adalah kiriman Jumat (25/03/11) kemarin ke kantor PP Persis dengan target ketua Umum PP Persis. Sungguh amat sulit mengaitkan motif terorisme yang selama ini dikenal luas dan dipegang sebagai teori baku para analis terorisme. Secara ideologis, sangat sulit mengaitkan Persis dengan kepentingan Amerika. Bahkan selama ini Persis dikenal sangat konsisten meng-counter liberalisasi pemikiran Islam yang impor dari Barat. Persis sangat mendukung fatwa MUI tentang Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme. Jadi, sulit sekali menghubungkan Persis dengan global war melawan Amerika.
Lantas untuk apa mengirim paket teror bom ke kantor PP Persis? Pihak PP Persis sendiri merasa heran. Tidak ada masalah dengan siapa pun, tiba-tiba ada kiriman bom. Kalau selama ini Persis di mana-mana mengkampanyekan pembubaran Ahamadiyah, mestinya bukan hanya Persis yang dikirimi bom. Itupun kalau isunya karena masalah Ahmadiyah, pengirimnya pasti bukan kelompok yang selama ini dituding teroris. Sebab, mereka pun sama sependirian dengan Persis. Bahkan, Persis dianggap dekat dengan mereka secara ideologis.
Jangan-jangan benar analisis yang berkembang selama ini benar bahwa isu-isu bom yang terjadi belakangan ini hanyalah usaha untuk mengalihkan isu dalam negeri yang menyeret para petinggi di negeri ini. Objek dari pengeboman sengaja diubah untuk menciptakan skenario dan cerita baru kasus terorisme di negeri ini. Pasalnya, skenario lama sudah terlampau jenuh dan sudah bisa diduga endingnya. Benarkan dugaan ini? Selama pihak yang berwenang belum bisa membuktikan secara jelas tanpa ada yang ditutup-tutupi, analisis seperti ini bukan sesuatu yang tidak musykil kebenarannya. Kita tunggu saja bagaimana polisi menangani kasus ini.
Penulis adalah Ketua Umum PP Pemuda Persatuan Islam.
Saturday, March 26, 2011
Belajar agama boleh dari buku atau harus langsung ke ulama?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:
Bolehkah belajar ilmu dari kitab-kitab saja tanpa belajar kepada ulama, khususnya jika ia kesulitan belajar kepada ulama karena jarangnya mereka? Bagaimana pendapat Anda tentang ucapan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya?
Bolehkah belajar ilmu dari kitab-kitab saja tanpa belajar kepada ulama, khususnya jika ia kesulitan belajar kepada ulama karena jarangnya mereka? Bagaimana pendapat Anda tentang ucapan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:
Bolehkah belajar ilmu dari kitab-kitab saja tanpa belajar kepada ulama, khususnya jika ia kesulitan belajar kepada ulama karena jarangnya mereka? Bagaimana pendapat Anda tentang ucapan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya?
Beliau menjawab:
Tidak diragukan lagi bahwa ilmu bisa diperoleh dengan mempelajarinya dari para ulama dan dari kitab. Karena, kitab seorang ulama adalah ulama itu sendiri, dia berbicara kepadamu tentang isi kitab itu. Jika tidak memungkinkan menuntut ilmu dari ahli ilmu maka ia boleh mencari ilmu dari kitab. Akan tetapi memperoleh ilmu melalui ulama lebih dekat (mudah) daripada memperoleh ilmu melalui kitab, karena orang yang memperoleh ilmu melalui kitab akan banyak menemui kesulitan dan membutuhkan kesungguhan yang besar, dan akan banyak perkara yang akan dia fahami secara samar sebagaimana terdapat dalam kaidah syar'iyyah dan batasan yang ditetapkan oleh para ulama. Maka dia harus mempunyai tempat rujukan dari kalangan ahli ilmu semampu mungkin.
Adapun perkataan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya. Perkataan ini tidak benar secara mutlak, tetapi juga tidak salah secara mutlak. Jika seseorang mengambil ilmu dari semua kitab yang dia lihat, maka tidak ragu lagi bahwa dia akan banyak salah. Adapun orang yang mempelajarinya bersandar kepada kitab orang-orang yang telah dikenal ketsiqahannya, amanahnya, dan ilmunya, maka dalam hal ini dia tidak akan banyak salah bahkan dia akan banyak benarnya dalam perkataannya.
Diambil dari Kitabul 'Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bolehkah belajar ilmu dari kitab-kitab saja tanpa belajar kepada ulama, khususnya jika ia kesulitan belajar kepada ulama karena jarangnya mereka? Bagaimana pendapat Anda tentang ucapan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya?
Beliau menjawab:
Tidak diragukan lagi bahwa ilmu bisa diperoleh dengan mempelajarinya dari para ulama dan dari kitab. Karena, kitab seorang ulama adalah ulama itu sendiri, dia berbicara kepadamu tentang isi kitab itu. Jika tidak memungkinkan menuntut ilmu dari ahli ilmu maka ia boleh mencari ilmu dari kitab. Akan tetapi memperoleh ilmu melalui ulama lebih dekat (mudah) daripada memperoleh ilmu melalui kitab, karena orang yang memperoleh ilmu melalui kitab akan banyak menemui kesulitan dan membutuhkan kesungguhan yang besar, dan akan banyak perkara yang akan dia fahami secara samar sebagaimana terdapat dalam kaidah syar'iyyah dan batasan yang ditetapkan oleh para ulama. Maka dia harus mempunyai tempat rujukan dari kalangan ahli ilmu semampu mungkin.
Adapun perkataan yang menyatakan: barangsiapa yang gurunya adalah kitabnya maka kesalahannya akan lebih banyak dari pada benarnya. Perkataan ini tidak benar secara mutlak, tetapi juga tidak salah secara mutlak. Jika seseorang mengambil ilmu dari semua kitab yang dia lihat, maka tidak ragu lagi bahwa dia akan banyak salah. Adapun orang yang mempelajarinya bersandar kepada kitab orang-orang yang telah dikenal ketsiqahannya, amanahnya, dan ilmunya, maka dalam hal ini dia tidak akan banyak salah bahkan dia akan banyak benarnya dalam perkataannya.
Diambil dari Kitabul 'Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
INVESTASI AKHIRAT
وَابْتَغِ فِيْمَا ءَاتَاكَ اللهُ الدَّارُ اْلأَخِرَةُ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا.... (القصص: 77)
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan negeri akhirat), dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi....”
Demi masa depan lebih baik, keturunan dan hari tua, manusia menumpuk-numpuk kekayaan hasil usahanya, padahal belum tentu dapat dinikmatinya. Namun manusia kadang tak mengenal waktu ia terus berusaha sekuat tenaga untuk menggapainya.
Sebenarnya Allah Yang Maha Pemberi rizqi sama sekali tidak melarang manusia berbuat demikian untuk mencukupi hajat kebutuhannya. Justru Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar tidak lupa diri bahwa ada bagian rizqi yang harus dicarinya yang telah tersedia di dunia ini. Seperti firman-Nya dalam surat Al-Qashash ayat 77:
Bahkan sekalipun setelah melaksanakn peribadatan, manusia tetap disuruh untuk kembali bekerja tidak diam dan bertopeng dagu. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al-Jum’ah ayat 10:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوْا فىِ اْلأَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللهِ وَاذْكُرُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (الجمعة: 10)
Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”
Dua ayat di atas menegaskan, agar hamba-hamba-Nya selain mencari rizqi guna memenuhi kebutuhan hidup ini, yang lebih prioritas lagi adalah mengutamakan kehidupan akhirat. Jadi sangat kurang tepat jika ada ungkapan “carilah dunia tapi jangan lupa akhirat”, seharusnya adalah “carilah akhirat tapi jangan lupa dunia.” Ungkapan yang kedua ini mengajarkan kepada kita hakikat keseimbangan.
Sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, semestinya kita menyadari, bahwa kehidupan ini hanya kita alami sekali saja dan sangat sementara. Kehidupan dunia laksana pedang bermata dua, di mana satu mata ketajamannya siap menghancurkan diri kita hingga sehancur-hancurnya dan satu mata lagi ketajamannya siap kita perintah untuk memberikan manfaat yang besar kepada kita. Jika kita pandai mengendalikan pedang bermata dua tadi, maka kita akan selamat, dan jika kita salah mengendalikannya maka pedang tadi akan menebas pemiliknya.
Kita jangan silau oleh gemerlapannya kehidupan dunia yang begitu indah dan sangat menggiurkan, lantas kita melupakan Allah dan kehidupan akhirat yang kekal. Allah mengingatkan kita dalam surat Al-Munafiquun ayat 9:
يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ....(المنافقون: 9)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah....”
Kita biasanya akan merasa rugi jika saja kita kehilangan investasi, orang rela berebut untuk memenangkan tender sebuah proyek yang belum tentu hasilnya apakah bisa dinikmati atau tidak. Tapi kita tidak pernah merasa lebih rugi jika saja kita kehilangan investasi akhirat, yang nyata-nyata hasilnya akan dapat dirasakan di hari pembalasan nanti.
Agar harta yang kita miliki tidak rugi, maka kita harus berinvestasi, tentunya investasi yang lebih menguntungkan, baik untuk sekarang di dunia maupun kelak di akhirat. banyak cara untuk berinvestasi yang berlipat ganda keuntungannya ini, jika kita berharta maka prosedurnya semisal shadaqah, zakat, infak dll. Jika tidak memiliki harta yang cukup, kita bisa berinvestasi dengan apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan bersama, atau setidaknya dengan dorongan doa kepada sesama inipun investasi.
Jika pada hari ini kita diberi kelebihan rizqi jangan ragu-ragu, yakinlah sepenuhnya kepada Allah bahwa setiap yang kita kleuarkan akan diganti berlipat-lipat sekarang di dunia maupun nanti di akhirat. Itulah sebaik-baik berinvestasi.
PERBUATAN SYIRIK KEPADA ALLAH
وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ. (رواه البخاري)
“Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah Saw telah bersabda: “Barangsiapa yang mati sedang ia membuat tandingan kepada Allah (Andaad), maka ia pasti masuk neraka.” (H.R. Bukhari).
Karena melakukan perbuatan syirik kepada Allah, siapa pun ia akan mengalami penderitaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh sebelum matinya dan bertauhid kepada Allah, maka ia akan mendapatkan Tuhannya Maha Penerima taubat.
1st. Pengertian Syirik
Sebagian ulama membuat sebuah definisi syirik:
َالشِّرْكُ هُوَ دَعْوَةُ غَيْرِ اللهِ مَعَهُ وَأَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا فيِ اْلعِبَادَةِ وَهُوَ خَلَقَكَ.
“Syirik adalah berdo’a/memohon kepada Allah dan memohon kepada selain Allah, juga membuat tandingan dalam beribadah kepada Allah, padahal Allah sendiri yang menciptakannya.”
Menurut yang lainnya, “Syirik adalah menjadikan sesuatu tandingan kepada Allah yang ia memohon, berharap dan takut kepadanya seperti takut kepada Allah.”
B. Peringatan Tentang Syirik
Mengingat bahaya dan besarnya akibat yang akan dipikul oleh orang yang terlibat perbuatan syirik ini, Allah SWT mengingatkan dalam beberapa firman-Nya di antaranya:
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا {النساء: 48}
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S. an-Nisaa: 48).
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapus amalmu dan kamu akan termasuk orang-orang yang merugi”.” (Q.S. az-Zumar: 65).
“.... Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Q.S. al-Maaidah: 72)
Dari ayat-ayat tersebut semakin memperjelas buruknya akibat yang akan dirasakan oleh orang-orang yang melakukan perbuatan syirik ini.
C. Haramnya Mencintai Ahli Syirik dan Orang Kafir
Terhadap mereka yang selalu melakukan perbutan syirik bukan saja diancam dengan kerugian yang besar dan siksa yang amat pedih di akhirat kelak, di dunia pun mereka tidak berhak mendapat rasa simpati dari siapapun khususnya dari orang-orang yang beriman, apa lagi menjadikannya sebagai pemimpin.
Allah SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {51المائدة: 51}.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk gologan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Q.S. al-Maaidah: 51).
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Q.S. al-Mujaadilah: 22).
Rasulullah Saw bersabda:
أَنَا بَرِيْئٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ الْمُشْرِكِيْنَ. (رواه الثلا ثة عن جرير)
“Aku berlepas diri dari setiap orang Islam yag tinggal bersama orang-orang musyrik.” (H.R. Imam yang tiga –Abu Dawud, an-Nasai’ dan at-Tirmidziy).
Dari ‘Aisyah ra. sesungguhnya Nabi Saw bersabda kepada seorang laki-laki (musyrik) yang mengikuti Nabi pada perang Badar:
إِرْجِعْ فَلَنْ أَسْتَعِيْنُ بِمُشْرِكٍ. (رواه مسلم)
“Pulanglah kamu, aku tidak akan meminta bantuan kepada orang musyrik.” (H.R. Muslim).
D. Macam-macam Syirik
Abul Baqa berpendapat bahwa syirik itu ada beberapa macam, di antaranya:
1. Syirik al-Istiqlaal
Yaitu menetapkan adanya dua tuhan yang berdiri sendiri, seperti syiriknya kaum Majusi (penyembah api).
2. Syirik at-Tab’iidh
Yaitu menetapkan bahwa tuhan itu terdiri dari beberapa tuhan seperti syiriknya kaum Nashrani (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruh Qudus).
3. Syirik at-Taqriib
Yaitu menyembah selain Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti syiriknya orang-orang Jahiliyyah dulu.
4. Syirik at-Taqliid
Yaitu menyembah selain Allah karena ikut-ikutan kpeada yang lain, seperti syiriknya orang-orang jahiliyyah yang mutaakhirin (kemudian).
5. Syirik al-Asbaab
Yaitu menyandarkan kejadian sesuatu kepada sebab yang biasa, seperti syiriknya para ahli filsafat dan para ahli fisika (yang mengaitkan sesuatu dengan kejadian alam tanpa memperhitungankan kekuasaan Allah), juga orang yang mengikuti pendapat mereka.
6. Syirik al-Aghraadh
Yaitu beramal tidak karena Allah, seperti yang orang yang beribadah karena riya.
Hadist di atas dengan tegas mengungkapkan bagi orang yang mati dalam keadaan syirik kepada Allah, maka ia diancam dengan neraka. Tentunya hadist tersebut tidak sekedar ancaman, tetapi hendaknya menjadi catatan yang selalu diingat betapa perbuatan syirik adalah perkara yang besar, besar akibatnya besar kerugiannya dan besar siksaannya. Siapa pun tidak boleh bermain-main dengan perbuatan ini. Jangankan mencoba-coba, terlitas saja dalam hati keinginan untuk berbuat syirik, adalah ancaman yang harus dihindari seraya berlindung kepada Allah SWT dari lintasan hati tersebut.
Dengan mengetahui bahayanya perbuatan syirik ini, kita dapat menjauhinya sedini mungkin.
TAHAPAN BELAJAR ILMU SHOROF
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Banyak pertanyaan tentang tata cara menuntut ilmu, ilmu apa yang pertama kali harus dipelajari oleh orang yang ingin menuntut ilmu dan matan apa yang pertama kali harus dihafal? Bagaimana pengarahan Anda bagi para penuntut ilmu tersebut? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:
Banyak pertanyaan tentang tata cara menuntut ilmu, ilmu apa yang pertama kali harus dipelajari oleh orang yang ingin menuntut ilmu dan matan apa yang pertama kali harus dihafal? Bagaimana pengarahan Anda bagi para penuntut ilmu tersebut? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Beliau menjawab:
Pertama-tama dan sebelum saya memberikan pengarahan kepada para penuntut ilmu tersebut, saya ingin mengarahkan mereka terlebih dahultieagar mereka menuntut ilmu dari seorang syaikh yang berilmu karena mencari ilmu dari seorang alim terkandung dua faedah yang agung:
Pertama
Lebih efektif karena seorang alim mempunyai daya telaah dan pengetahuan dan memberikan ilmu kepadamu dengan ilmu yang matang dan mudah.
Kedua
Mencari ilmu dari seorang yang alim akan lebih dekat kepada kebenaran, dalam arti orang yang menuntut ilmu kepada seorang yang bukan alim akan menimbulkan sikap mengada-ada dan pendapat-pendapat yang syadz (menyimpang/ganjil) yang jauh dari kebenaran. Hal itu disebabkan karena dia tidak membaca kitab di hadapan orang alim yang ilmunya mendalam sehingga bisa mendidiknya di atas jalan yang dipilihnya.
Maka menurut pendapat saya, seseorang harus bersungguhsungguh memiliki seorang guru untuk mencari ilmu, karena jika dia memiliki guru maka guru tersebut akan mengarahkannya dengan pengarahan yang menurutnya sesuai dengan murid (yang diajarnya).
Adapun jawaban bagi pertanyaan di atas, maka secara umum kita katakan:
Pertama
Lebih utama bagi seseorang untuk menghafal Kitabullah sebelum kitab lainnya karena ini merupakan kebiasaan para Sahabat radhiallahu?anhum. Mereka tidak bergeser dari sepuluh ayat pertama sebelum mereka mempelajari (menghafal) ilmu yang terkandung di dalamnya serta mengamalkannya. Dan Kalamullah adalah kalam yang paling sempurna secara mutlak.
Kedua
Dia harus mengambil matan (redaksi) hadits-hadits ringkas yang akan menjadi simpanan baginya ketika berdalil dengan Sunnah, seperti `Umdatul Ahkaam, Buluughul Maraam, al Arba'iin An Nawawiyyah dan yang semisalnya.
Ketiga
Menghafal matan-matan fiqih yang sesuai dengan dirinya dan matan yang paling bagus yang kita hafal adalah Zaadul Mustaqni' fii Ikhtishaaril Muqni' karena (syarah) kitab ini telah dikerjakan oleh pensyarahnya Manshur bin Yunus al-Bahuthi dan orang-orang setelahnya dari orang-orang yang mengerjakan syarah dan matan kitab ini dengan catatan kaki yang banyak.
Keempat
Nahwu. Tahukah engkau apa itu nahwu yang tidak diketahui oleh para penuntut ilmu kecuali hanya sedikit saja di antara mereka sehingga engkau melihat seseorang telah lulus dari satu fakultas dalam keadaan tidak mengetahui ilmu nahwu sedikit pun, persis seperti apa yang digambarkan oleh seorang penya'ir:
Banyak pertanyaan tentang tata cara menuntut ilmu, ilmu apa yang pertama kali harus dipelajari oleh orang yang ingin menuntut ilmu dan matan apa yang pertama kali harus dihafal? Bagaimana pengarahan Anda bagi para penuntut ilmu tersebut? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Beliau menjawab:
Pertama-tama dan sebelum saya memberikan pengarahan kepada para penuntut ilmu tersebut, saya ingin mengarahkan mereka terlebih dahultieagar mereka menuntut ilmu dari seorang syaikh yang berilmu karena mencari ilmu dari seorang alim terkandung dua faedah yang agung:
Pertama
Lebih efektif karena seorang alim mempunyai daya telaah dan pengetahuan dan memberikan ilmu kepadamu dengan ilmu yang matang dan mudah.
Kedua
Mencari ilmu dari seorang yang alim akan lebih dekat kepada kebenaran, dalam arti orang yang menuntut ilmu kepada seorang yang bukan alim akan menimbulkan sikap mengada-ada dan pendapat-pendapat yang syadz (menyimpang/ganjil) yang jauh dari kebenaran. Hal itu disebabkan karena dia tidak membaca kitab di hadapan orang alim yang ilmunya mendalam sehingga bisa mendidiknya di atas jalan yang dipilihnya.
Maka menurut pendapat saya, seseorang harus bersungguhsungguh memiliki seorang guru untuk mencari ilmu, karena jika dia memiliki guru maka guru tersebut akan mengarahkannya dengan pengarahan yang menurutnya sesuai dengan murid (yang diajarnya).
Adapun jawaban bagi pertanyaan di atas, maka secara umum kita katakan:
Pertama
Lebih utama bagi seseorang untuk menghafal Kitabullah sebelum kitab lainnya karena ini merupakan kebiasaan para Sahabat radhiallahu?anhum. Mereka tidak bergeser dari sepuluh ayat pertama sebelum mereka mempelajari (menghafal) ilmu yang terkandung di dalamnya serta mengamalkannya. Dan Kalamullah adalah kalam yang paling sempurna secara mutlak.
Kedua
Dia harus mengambil matan (redaksi) hadits-hadits ringkas yang akan menjadi simpanan baginya ketika berdalil dengan Sunnah, seperti `Umdatul Ahkaam, Buluughul Maraam, al Arba'iin An Nawawiyyah dan yang semisalnya.
Ketiga
Menghafal matan-matan fiqih yang sesuai dengan dirinya dan matan yang paling bagus yang kita hafal adalah Zaadul Mustaqni' fii Ikhtishaaril Muqni' karena (syarah) kitab ini telah dikerjakan oleh pensyarahnya Manshur bin Yunus al-Bahuthi dan orang-orang setelahnya dari orang-orang yang mengerjakan syarah dan matan kitab ini dengan catatan kaki yang banyak.
Keempat
Nahwu. Tahukah engkau apa itu nahwu yang tidak diketahui oleh para penuntut ilmu kecuali hanya sedikit saja di antara mereka sehingga engkau melihat seseorang telah lulus dari satu fakultas dalam keadaan tidak mengetahui ilmu nahwu sedikit pun, persis seperti apa yang digambarkan oleh seorang penya'ir:
لا بارك الله في النحو ولا أهله * إذا كان منسـوبا إلى نفطويه
أحـرقه الله بنصـف اسـمه * وجعل الباقي صـراخاً عليه
Semoga Allah tidak memberi barakah dalam nahwu dan ahlinya
Apabila dia dinisbatkan kepada omongan yang tidak terfahami
Semoga Allah membakarnya dengan separuh namanya
Dan menjadikan sisanya sebagai teriakan atasnya.
Mengapa penya'ir ini berkata demikian? Jawabnya karena dia lemah tentang nahwu. Tetapi saya katakan bahwa pintu nahwu itu pintunya dari besi, sedangkan lorongnya adalah benang emas. Artinya dia amat keras dan sukar ketika pertama kali memasukinya tetapi jika pintunya telah terbuka bagi orang yang mencarinya, dia akan merasakan kemudahan pada langkah selanjutnya dengan semudah-mudahnya sehingga jadilah dia sesuatu yang mudah baginya, sehingga beberapa penuntut ilmu yang baru memulai dalam mempelajari nahwu menjadi terpikat. Maka jika engkau berbicara kepada mereka dengan pembicaraan yang biasa, dia akan mengi'rabnya (mengurainya) agar terlatih dalam hal i'rab. Di antara matan nahwu yang paling baik adalah al-Aajuruumiyyah, sebuah kitab yang ringkas tetapi sangat terfokus (padat). Oleh karena itu saya nasihatkan bagi para pemula untuk memulai dengan kitab ini. Maka inilah pokok-pokok yang harus dijadikan landasan bagi para penuntut ilmu.
Kelima
Adapun yang berhubungan dengan ilmu tauhid, maka kitab-kitab tentang masalah ini amatlah banyak. Di antaranya: Kitaabut Tauhiid karya Syaikhul Islam Muhammad bin `Abdil Wah-hab rahimahullah, al-Aqiidah al-Waasithiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan kitab ini sangat banyak dan sangat dikenal, wal hamdulillah
Dan nasihat umum bagi para penuntut ilmu bahwa ilmunya harus berdampak terhadap dirinya berupa takwa kepada Allah melaksanakan ketaatan kepada-Nya, berakhlak mulia, ihsan (berbuat baik) kepada sesama makhluk dengan cars mengajar, membimbing, dan gigih dalam menyiarkan ilmu melalui berbagai media, baik melalui koran, majalah, kitab-kitab, risalah, buletin dan media lainnya.
Saya pun menasihatkan kepada para penuntut ilmu agar tidak tergesa-gesa dalam menghukumi (memvonis) sesuatu. Karena sebagian penuntut ilmu yang masih pemula engkau lihat tergesa-gesa dalam berfatwa dan menetapkan hukum. Dan terkadang menyalahkan para ulama besar sedangkan dia (memiliki tingkatan yang) jauh di bawah para ulama tersebut, sehingga beberapa orang mengatakan, Saya berdebat dengan salah seorang penuntut ilmu yang masih pemula, lalu saya katakan kepadanya bahwa ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Maka dia berkata, Siapa Imam Ahmad bin Hanbal? Imam Ahmad bin Hanbal laki-laki, kita pun laki-laki. Subhanallaah!!. Memang benar Imam Ahmad bin Hanbal laki-laki dan engkau laki-laki sehingga kalian berdua sama dalam hal kelaki-lakiannya, adapun dalam hal ilmu maka antara kalian berdua terdapat perbedaan yang amat jauh. Tidak semua laki-laki layak dianggap sebagai laki-laki dalam hal ilmu.
Saya katakan: Seorang penuntut ilmu wajib bertatakrama dengan sikap tawadhu', tidak merasa ta'jub dengan diri sendiri, dan hendaklah mengetahui kemampuan diri.
Di antara hal yang penting bagi seorang penuntut ilmu: janganlah dia banyak menelaah pendapat para ulama, karena jika engkau banyak menelaah pandapat para ulama dan menelaah al-Mughni dalam masalah fiqih karya Ibnu Qudamah, al-Majmuu' karya anNawawi, dan kitab-kitab besar yang menerangkan ikhtilaf dan engkau mendiskusikannya, maka engkau akan sia-sia (rusak). Mulailah pertama kali, seperti yang telah saya katakan, dengan matan-matan yang ringkas, sedikit demi sedikit sehingga engkau akan sampai kepada tujuan. Adapun jika engkau ingin menaiki pohon dari rantingnya, maka ini adalah salah.
Diambil dari Kitabul 'Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Tuesday, March 22, 2011
SEPUTAR JALUR MASUK UPI & BEASISWA UPI
untuk Adikku, Sally. Ini dia informasi tentang UM ( Ujian Masuk ) UPI berikut beasiswa yang bisa diakses selama kuliah di UPI :
untuk biaya, tergantung jurusan yang diambil. Silahkan aja datang ke kampus UPI, Ya..
Sedangkan untuk beasiswa, siapapun bisa mengakses, asal sesuai persyaratan.
Maksud diberikannya beasiswa adalah untuk membantu membiayai pendidikan mahasiswa dari keluarga yang kurang/tidak mampu secara ekonomi. Dengan berbagai tujuan diantaranya, mengurangi mahasiswa yang putus kuliah, membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, dan membantu mahasiswa menetapkan kariernya sejak awal.
Supaya diketahui bahwa ada proses dalam pengurusan beasiswa tersebut yaitu :
Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)
Semua beasiswa ditangani oleh Divisi Pembinaan Program Kemahasiswaan dan Kesejahteraan Mahasiswa, salah satu beasiswa yang sering diurus tiap tahunnya adalah PPA. Beasiswa ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua mahasiswa terutama dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Beasiswa PPA adalah beasiswa yang diberikan untuk peningkatan pemeratan dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya pendidikannya sebagai akibat krisis ekonomi, terutama bagi mahasiswa yang berprestasi akademik.
Adapaun tujuan PPA secara umum yaitu :
Mahasiswa yang ingin mengajukan beasiswa PPA mesti memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
Adapun prosedur yang mesti ditempuh terhadap pengajuan beasiswa harus melalui banyak tahapan. Ketika permohonan pengajuan yang ditujukan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan harus melalui Jurusan terlebih dahulu, atau juga bisa langsung ke fakultas. Setelah itu Jurusan menyeleksi sesuai persyaratan yang ditetapkan dan meneruskan hasilnya termasuk berkas hasil seleksi ke Fakultas.
Fakultas meneruskan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan. Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Kemudia Direktorat ini mengecek kembali berkas usulan dari Fakultas. Selanjutnya disusun daftar calon usulan dari tiap Fakultas dan disampaikan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan untuk mendapatkan persetujuan.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan mengajukan daftar usulan penerima beasiswa PPA ke Dirjen Dikti di Jakarata. Setelah ada persetujuan dari Dirjen Dikti Jakarta kemudian Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan membuat SK penerima beasiswa PPA ditandatangani Rektor.
Selanjutnya Rektor/Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan mengirimkan nomor rekening dan menandatangani perjanjian penerima beasiswa untuk proses pencairan dana. Setelah surat perintah pencaiaran dana (SP2D)diterbitkan oleh KPKN Jakarta, maka Dirjen Dikti segera memberitahu pengiriman dana beasiswa.
Penanggungjawab penyelenggaraan kegiatan /Direktorat Keuangan membuat daftar pembayaran beasiswa dan memberitahu pencairan beasiswa kepada Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Berdasarkan pemberitahuan dari Direktorat Keuangan, Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan membuat pemgumuman/panggilan. Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan menyiapkan dan melayani slip untuk pengambilan uang.
Terakhir mahasiswa tinggal mengambil slip Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan dan menukarkan ke Direktorat Keuangan. Tentu saja Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan mendokumentasikan surat/berkas beasiswa PPA.
PPA Baru sebenarnya sama dengan PPA, hanya saja PPA baru muncul karena beasiswa Technological Professional Skill and Development Project (TPSDP) tidak ada lagi sejak tahun 2005. Beasiswa jenis ini adalah program bantuan terhadap mahasiswa yang dikelola oleh kegiatan Pengembangan Pendidikan Profesional dan Keahlian yang dibiayai sebagian dari pinjaman Bank Pembangunan Asia Loan 1792-INO. Beasiswa TPSDP hanya berlaku untuk mahasiswa FPTK (kecuali PKK) dan FPMIPA pada semua jurusan program non pendidikan.
Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM)
Beasiswa BBM sama dengan PPA, terutama tujuan dan definisnya, yaitu memberikan bantuan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya pendidikannya. Sama dengan PPA, tujuannya membantu meringankan beban orang tua dari kalangan ekonomi lemah.
Begitu juga dengan persyaratan pengajuannya sama dengan PPA, hanya saja IPK untuk pengajuan BBM minimal 2,50, lebih rendah dari pengajuan beasiswa PPA. Sasaran beasiswa ini juga untuk mahasiswa UPI pada semua jurusan dan jenjang kecuali SPs. Mengenai prosedurnya sama dengan pengajuan beasiswa PPA. Besarannya mencapai Rp 350 ribu per bulan selama 12 bulan.
BBM baru juga sama dengan beasiiswa BBM. Beasiswa jenis ini muncul sebagai pengganti Beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler (PPE) yang tidak ada lagi sejak tahun 2005. PPE diberikan untuk peningkatan prestasi di bidang ekstrakurikuler bagi mahasiswa yang mempunyai keterampilan atau kejuaraan-kejuaraan serta kegiatan-kegiatan di tingkat Regional, Nasional dan Internasional yang diikutinya tetapi mengalami kesulitan untuk mengembangkan keahliannya
Beasiswa Bank Indonesia
Beasiswa jenis ini bersumber dari pemerintah yang diberikan kepada mahasiswa selama kuliah di UPI dengan memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada ketentuannya. Program Beasiswa bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan tanpa ikatan dinas kepada mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu namun memiliki prestasi akademik yang baik, terutama untuk membantu menyelesaikan tugas akhir akademiknya.
Terhitung sejak September 2003, program beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas dan atau jurusan/program studi yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi mitra kerjasama, termasuk UPI.
Seperti biasa, dalam pengajuan beasiswa jenis ini memiliki persyaratan yaitu :
Beasiswa Yayasan Supersemar
Beasiswa ini bersumber dari Yayasan Supersemar berlaku untuk mahasiswa semua jurusan, jenjang D-3 dan S-1. Adapun persyaratannya yang harus dipenuhi adalah :
UM
Ujian Masuk Universitas Pendidikan Indonesia (UM-UPI) bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UPI. Calon mahasiswa jalur UM terdiri dua kategori yakni calon mahasiswa lulusan SMA/SMK/MA/Paket (fresh graduate) dan calon mahasiswa lanjutan.untuk biaya, tergantung jurusan yang diambil. Silahkan aja datang ke kampus UPI, Ya..
Sedangkan untuk beasiswa, siapapun bisa mengakses, asal sesuai persyaratan.
Persyaratan Beasiswa
Beasiswa diberikan kepada mahasiswa sesuai kriteria yang diminta penyandang dana, baik program studinya maupun jenjang pendidikan mahasiswa. Waktu pemberian beasiswa lamanya berkisar antara 1 sampai dengan 12 bulan, bahkan dapat diperpanjang sampai selesai kuliah, minimal diberikan kepada mahasiswa yang duduk di semester 3.Maksud diberikannya beasiswa adalah untuk membantu membiayai pendidikan mahasiswa dari keluarga yang kurang/tidak mampu secara ekonomi. Dengan berbagai tujuan diantaranya, mengurangi mahasiswa yang putus kuliah, membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, dan membantu mahasiswa menetapkan kariernya sejak awal.
Supaya diketahui bahwa ada proses dalam pengurusan beasiswa tersebut yaitu :
- Memproses Surat Masuk Penawaran
- Memproses Surat Permohonan Pengajuan
- Memproses Seleksi Persyaratan
- Memandu Pengisian Format Usulan
- Memproses Usul Pengajuan Berkas
- Memproses Pengiriman Usul Pengajuan
- Memproses Pencairan Pembayaran
- Memproses Pelaporan
- Mendokumentasikan berkas
- Mahasiswa yang pandai, rajin, berbakat, berprestasi, dengan Indek Prestasi Kumulatif pada saat pengajuan minimal 2,50 dan atau 3,00 ?
- Dari kalangan keluarga kurang/tidak mampu secara ekonomi
- Sehat jasmani dan rohani
- Mahasiswa berkelakuan baik serta tidak pernah melanggar Tata Tertib Kampus
- Belum : berkeluarga, menikah, bekerja
Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)
Semua beasiswa ditangani oleh Divisi Pembinaan Program Kemahasiswaan dan Kesejahteraan Mahasiswa, salah satu beasiswa yang sering diurus tiap tahunnya adalah PPA. Beasiswa ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua mahasiswa terutama dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Beasiswa PPA adalah beasiswa yang diberikan untuk peningkatan pemeratan dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya pendidikannya sebagai akibat krisis ekonomi, terutama bagi mahasiswa yang berprestasi akademik.
Adapaun tujuan PPA secara umum yaitu :
- Meningkatkan pemerataan dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar pendidikan;
- Mendorong dan mempertahankan semangat belajar mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi/pendidikan tepat waktunya;
- Mendorong untuk meningkatkan prestasi akademik sehingga memacu peningkatan kualitas pendidikan.
Mahasiswa yang ingin mengajukan beasiswa PPA mesti memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
- Permohonan tertulis dari mahasiswa yang bersangkurang ditujukan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan melalui Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Keamhasiswaan pada fakultas masing-masing.
- Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/Desa setempat.
- Masih aktif kuliah ( tidak sedang menjalani cuti kuliah ) minimal duduk di semesnter 3, yang dibuktikan dengan kartu tanda mahasiswa (KTM) dan kwitansi pembayaran SPP terakhir.
- Keterangan dari Fakultas yang menyatakan berkelakuan baik, tidak pernah melanggar tata tertib kampus dan tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain.
- Mahasiswa mengikuti wawancara yang dilaksanakan oleh ketua jurusan masing-masing.
- IPK minimal 3,00 bagi mahasiswa semester 3 ke atas.
- Diutamakan yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan yang diprogramkan oleh Universitas.
Adapun prosedur yang mesti ditempuh terhadap pengajuan beasiswa harus melalui banyak tahapan. Ketika permohonan pengajuan yang ditujukan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan harus melalui Jurusan terlebih dahulu, atau juga bisa langsung ke fakultas. Setelah itu Jurusan menyeleksi sesuai persyaratan yang ditetapkan dan meneruskan hasilnya termasuk berkas hasil seleksi ke Fakultas.
Fakultas meneruskan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan. Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Kemudia Direktorat ini mengecek kembali berkas usulan dari Fakultas. Selanjutnya disusun daftar calon usulan dari tiap Fakultas dan disampaikan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan untuk mendapatkan persetujuan.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan mengajukan daftar usulan penerima beasiswa PPA ke Dirjen Dikti di Jakarata. Setelah ada persetujuan dari Dirjen Dikti Jakarta kemudian Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan membuat SK penerima beasiswa PPA ditandatangani Rektor.
Selanjutnya Rektor/Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan mengirimkan nomor rekening dan menandatangani perjanjian penerima beasiswa untuk proses pencairan dana. Setelah surat perintah pencaiaran dana (SP2D)diterbitkan oleh KPKN Jakarta, maka Dirjen Dikti segera memberitahu pengiriman dana beasiswa.
Penanggungjawab penyelenggaraan kegiatan /Direktorat Keuangan membuat daftar pembayaran beasiswa dan memberitahu pencairan beasiswa kepada Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Berdasarkan pemberitahuan dari Direktorat Keuangan, Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan membuat pemgumuman/panggilan. Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan menyiapkan dan melayani slip untuk pengambilan uang.
Terakhir mahasiswa tinggal mengambil slip Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan dan menukarkan ke Direktorat Keuangan. Tentu saja Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan mendokumentasikan surat/berkas beasiswa PPA.
PPA Baru sebenarnya sama dengan PPA, hanya saja PPA baru muncul karena beasiswa Technological Professional Skill and Development Project (TPSDP) tidak ada lagi sejak tahun 2005. Beasiswa jenis ini adalah program bantuan terhadap mahasiswa yang dikelola oleh kegiatan Pengembangan Pendidikan Profesional dan Keahlian yang dibiayai sebagian dari pinjaman Bank Pembangunan Asia Loan 1792-INO. Beasiswa TPSDP hanya berlaku untuk mahasiswa FPTK (kecuali PKK) dan FPMIPA pada semua jurusan program non pendidikan.
Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM)
Beasiswa BBM sama dengan PPA, terutama tujuan dan definisnya, yaitu memberikan bantuan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya pendidikannya. Sama dengan PPA, tujuannya membantu meringankan beban orang tua dari kalangan ekonomi lemah.
Begitu juga dengan persyaratan pengajuannya sama dengan PPA, hanya saja IPK untuk pengajuan BBM minimal 2,50, lebih rendah dari pengajuan beasiswa PPA. Sasaran beasiswa ini juga untuk mahasiswa UPI pada semua jurusan dan jenjang kecuali SPs. Mengenai prosedurnya sama dengan pengajuan beasiswa PPA. Besarannya mencapai Rp 350 ribu per bulan selama 12 bulan.
BBM baru juga sama dengan beasiiswa BBM. Beasiswa jenis ini muncul sebagai pengganti Beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler (PPE) yang tidak ada lagi sejak tahun 2005. PPE diberikan untuk peningkatan prestasi di bidang ekstrakurikuler bagi mahasiswa yang mempunyai keterampilan atau kejuaraan-kejuaraan serta kegiatan-kegiatan di tingkat Regional, Nasional dan Internasional yang diikutinya tetapi mengalami kesulitan untuk mengembangkan keahliannya
Beasiswa Bank Indonesia
Beasiswa jenis ini bersumber dari pemerintah yang diberikan kepada mahasiswa selama kuliah di UPI dengan memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada ketentuannya. Program Beasiswa bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan tanpa ikatan dinas kepada mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu namun memiliki prestasi akademik yang baik, terutama untuk membantu menyelesaikan tugas akhir akademiknya.
Terhitung sejak September 2003, program beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas dan atau jurusan/program studi yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi mitra kerjasama, termasuk UPI.
Seperti biasa, dalam pengajuan beasiswa jenis ini memiliki persyaratan yaitu :
- Permohonan tertulis dari mahasiswa ybs.ditujukan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan melalui PD Bidang Akademik dan Kemahasiswaan masing-masing fakultas.
- Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/Desa setempat.
- Masih aktif kuliah ( tidak sedang menjalani cuti kuliah ) minimal duduk smt.III dibuktikan dengan KTM dan kwitansi pembayaran SPP terakhir;
- Keterangan dari Fakultas yang menyatakan berkelakuan baik, tidak pernah melanggar tata tertib kampus dan tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain;
- Mahasiswa mengikuti wawancara yang dilaksanakan oleh ketua jurusan masing-masing;
- IPK minimal 2,75 bagi mahasiswa semester 3 ke atas
- Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan ditujukan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan melalui Jurusan/Fakultas.
- Jurusan menyeleksi sesuai persyaratan yang ditetapkan dan meneruskan hasilnya termasuk berkas hasil seleksi ke Fakultas.
- Fakultas meneruskan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan cq. Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UPI.
- Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan mengecek kembali berkas usulan dari Fakultas.
- Selanjutnya disusun daftar calon usulan dari tiap Fakultas dan disampaikan kepada Pembantu Rektor Kemahasiswaan dan Kemitraan untuk mendapatkan persetujuan.
- PR Kemahasiswaan dan Kemitraan mengajukan daftar usulan calon penerima beasiswa tersebut ke Bank Indonesia.
- Setelah ada persetujuan dari Bank Indonesia kemudian Rektor/PR Kemahasiswaan dan Kemitraan melakukan penandatangan kontra dengan fihak BI.
- Selanjutnya Rektor/PR Kemahasiswaan dan Kemitraan mengirimkan nomor rekening dan menandatangani perjanjian penerima beasiswa untuk proses pencairan dana.
- BI segera memberitahu pengiriman dana beasiswa.
- Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan menyiapkan dan SPJ untuk pengambilan uang.
- Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan memberikan slip untuk pengambilan uang di Direktorat Keuangan.
- Mahasiswa mengambil uang di Direktorat Keuangan.
- Mendokumentasikan surat/berkas beasiswa Bank Indonesia.
Beasiswa Yayasan Supersemar
Beasiswa ini bersumber dari Yayasan Supersemar berlaku untuk mahasiswa semua jurusan, jenjang D-3 dan S-1. Adapun persyaratannya yang harus dipenuhi adalah :
- Masih aktif kuliah ( tidak sedang menjalani cuti kuliah ) duduk disemester 3-4.
- Surat keterangan tidak melanggar tata tertib kampus, tidak sedang bekerja dan tidak sedang mendapat beasiswa dari sumber lain yang ditandatangani oleh PD I Fakultas.
- IPK minimal 2,50 dibuktikan dengan fotocopy transkrip nilai.
- Keterangan kurang/tidak mampu dari kelurahan tempat tinggal asal.
- Melampirkan fotocopy KTM/SPP terakhir.
Beasiswa Yayasan Santoso
Beasiswa yang dananya bersumber dari Yayasan Santoso yang dimiliki Perusahaan PT Sanbe Farma berlaku untuk mahasiswa semua jurusan jenjang dan sesuai ketentuan dari sponsor (Yayasan Santoso). Beasiswa ini diberikan setiap bulan untuk biaya hidup ditambah pembayaran SPP tiap semester kepada mahasiswa selama kuliah di UPI dengan memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada ketentuan yang telah ditetapkan untuk beasiswa ini.
Persyaratan Pengajuan beasiswa :
Sesuai namanya, beasiswa ini bersumber dari Yayasan Sampoerna yang dimiliki oleh PT HM Sampoerna. Yayasan ini didirikan pada tahun 2001, Yayasan ini telah berkembang dari institusi yang memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berasal dari ekonomi lemah, tapi memiliki kemampuan akademik. Yayasan sampoerna telah memberika lebih dari 300 ribu beasiswa se-Indonesia.
Di UPI sendiri, Beasiswa ini hanya untuk Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA. Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas menampung/menjaring calon mahasiswa yang membawa Surat Keterangan calon penerima Beasiswa Yayasan Sampoerna.
Dari penjelasan beberapa jenis beasiswa yang tersedia di UPI, beberapa beasiswa yang bisa diajukan mahasiswa sudah tercatat di Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Dari tahun-tahun ke tahun jenis beasiswa bisa berkurang juga bisa bertambah. Tapi jenis beasiswa sesuai laporan tahun 2010 tersedia setiap tahunnya. Kami tak bisa menjelaskan semua jenis beasiswa karena yang dijelaskan sebelumnya sudah mewakili penjelasan tersebut. Untuk mendapatkan informasi beasiswa, Direktorat Pembinaan Kemahasiswa bisa memberikan penjelasan secara langsung.
Ada satu lagi program dari Dirjen Dikti yang baru untuk perguruan tinggi negeri, termasuk UPI, yaitu program Bidik Misi. Beasiswa jenis ini merupakan beasiswa bagi calon mahasiswa yang kurang mampu. Sebagai contoh, pada tahun 2010, terdapat 29 calon mahasiswa yang sudah diterima di UPI jalur reguler mendapatkan beasiswa jenis ini dari berbagai program studi.
Beasiswa Bidik Misi dilatar belakangi oleh permasalahan akses pendidikan dari SMA sederajat ke perguruan tinggi. Banyak lulusan SMA sederajat tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena calon mahasiswanya dari kalangan kurang mampu, tapi berpotensi.
Terdapat beberapa tujuan beasiswa jenis ini, yaitu :
dan lain-lain, jumlah semuanya ada 28 Beasiswa yang bisa diakses.
Beasiswa yang dananya bersumber dari Yayasan Santoso yang dimiliki Perusahaan PT Sanbe Farma berlaku untuk mahasiswa semua jurusan jenjang dan sesuai ketentuan dari sponsor (Yayasan Santoso). Beasiswa ini diberikan setiap bulan untuk biaya hidup ditambah pembayaran SPP tiap semester kepada mahasiswa selama kuliah di UPI dengan memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada ketentuan yang telah ditetapkan untuk beasiswa ini.
Persyaratan Pengajuan beasiswa :
- Permohonan tertulis dari mahasiswa yang bersangkutan.
- Masih aktif kuliah ( tidak sedang menjalani cuti kuliah )
- Berkelakuan baik, mentaati tata tertib /aturan yang berlaku
- Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain ( tidak boleh rangkap)
- IP/IPK minimal 2,75 dibuktikan dengan Kartu Hasil Studi (KHS)
- Keterangan kurang/tidakmampu dari Kelurahan/Desa setempat
- KTM dan tanda pembayaran SPP terakhir
- Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua
Sesuai namanya, beasiswa ini bersumber dari Yayasan Sampoerna yang dimiliki oleh PT HM Sampoerna. Yayasan ini didirikan pada tahun 2001, Yayasan ini telah berkembang dari institusi yang memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berasal dari ekonomi lemah, tapi memiliki kemampuan akademik. Yayasan sampoerna telah memberika lebih dari 300 ribu beasiswa se-Indonesia.
Di UPI sendiri, Beasiswa ini hanya untuk Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA. Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas menampung/menjaring calon mahasiswa yang membawa Surat Keterangan calon penerima Beasiswa Yayasan Sampoerna.
Dari penjelasan beberapa jenis beasiswa yang tersedia di UPI, beberapa beasiswa yang bisa diajukan mahasiswa sudah tercatat di Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Dari tahun-tahun ke tahun jenis beasiswa bisa berkurang juga bisa bertambah. Tapi jenis beasiswa sesuai laporan tahun 2010 tersedia setiap tahunnya. Kami tak bisa menjelaskan semua jenis beasiswa karena yang dijelaskan sebelumnya sudah mewakili penjelasan tersebut. Untuk mendapatkan informasi beasiswa, Direktorat Pembinaan Kemahasiswa bisa memberikan penjelasan secara langsung.
Ada satu lagi program dari Dirjen Dikti yang baru untuk perguruan tinggi negeri, termasuk UPI, yaitu program Bidik Misi. Beasiswa jenis ini merupakan beasiswa bagi calon mahasiswa yang kurang mampu. Sebagai contoh, pada tahun 2010, terdapat 29 calon mahasiswa yang sudah diterima di UPI jalur reguler mendapatkan beasiswa jenis ini dari berbagai program studi.
Beasiswa Bidik Misi dilatar belakangi oleh permasalahan akses pendidikan dari SMA sederajat ke perguruan tinggi. Banyak lulusan SMA sederajat tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena calon mahasiswanya dari kalangan kurang mampu, tapi berpotensi.
Terdapat beberapa tujuan beasiswa jenis ini, yaitu :
- Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi.
- Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi rakyat Indonesia yang berpotensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi.
- Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai.
- Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
- Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi.
- Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
dan lain-lain, jumlah semuanya ada 28 Beasiswa yang bisa diakses.
Sunday, March 6, 2011
LOWONGAN MAGANG MARKETING & PENGAJAR
Persyaratan untuk PENGAJAR :
☺ Mahasiswa/i Aktif atau Lulusan S-1 atau Guru ( SD l SMP l SMA )
☺ Lebih diutamakan yang sudah memiliki pengalaman mengajar, fasilitator, atau aktif
dalam keorganisasian serta berdomisili di Bandung Selatan
☺ Memiliki nilai Keislaman, Disiplin, dan berpenampilan sopan-profesional
☺ Menulis dan mengirimkan :*)
a. Surat lamaran (Ditulis tangan)
b. CV Lengkap (Diketik computer)
c. Lampiran prestasi dan pengalaman (Jika ada)
d. Foto berwarna 3x4 sebanyak 2 lembar
e. Memiliki kendaraan bermotor (lebih diutamakan)
*) Semua persyaratan ini dipenuhi setelah lulus seleksi registrasi via SMS
Keuntungan yang akan Anda Dapatkan :
1). Mendapat Pelatihan
Psikobelajar & Bekal
Guru Standar
Internasional
2). Relasi dan Keluarga
Baru
3). Asuransi Nama Baik &
Keselamat kerja
4). Sertifikat Sebagai Staf
MUMTAZ
5). Gaji Pokok, Bonus,
Tunjangan Karir &
Tunjangan Prestasi
Persyaratan untuk MARKETING :
☺ Pelajar SMA, atau Lulusan SMA atau Mahasiswa/i
☺ Memiliki Kecakapan berkomunikasi, percaya diri dan bermental
Pembelajar
☺ Memiliki kendaraan bermotor ( lebih diutamakan )
CARA PENDAFTARAN
Pendaftaran (registrasi) via SMS dengan mengetik :
Reg.MUMTAZ/ Nama Lengkap/Alamat Lengkap/Fokus Mengajar ( SD / SMP / SMA ). Untuk marketing, tidak perlu mengetikkan fokus mengajar tapi diganti dengan bermotor/tidak bermotor ( pilih satu )
Kirim ke ( call Center 085721645064, paling lambat 31Maret 2011. (Jumlah pendaftar dibatasi max 100 orang dan akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi).
Menjadi Manusia Sepenuhnya
Manusia yang diciptakan Allah SWT semuanya suci dan berfitrah sebagai muslim. Muslim berarti yang berserah diri, yang ber-Islam, yang selamat. Berserah diri hanya kepada dan hanya untuk Allah SWT. Menafikan semua berhala atau belenggu jiwa dan hati yang lainnya. Ber-Islam berarti dirinya telah terinstall dan terprogram secara otomatis untuk menjalankan sistem pemerintahan Allah di muka Bumi ( Sistem Islam ). Sistem Islam inilah yang kemudian mesti diikuti oleh setiap manusia. Inilah ketetapan Allah, Tuhan manusia.
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “ ( Q.S. Ali imran : 18 )
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” ( Q.S. Ali imran : 19 )
“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam ) maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi[190]: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. ( Q.S. Ali imran : 20 )
Tatkala Allah menurunkan manusia ke alam dunia ini, dirinya yang masih bayi kemudian kanak-kanak tidak mengingat siap dirinya. Mengapa manusia tidak mengingat perjanjian bahwa dirinya seorang muslim yang bertuhankan yang maha Ahad (Allah SWT) ? serta bagaimana manusia mengetahui dan menyadari sepenuhnya siapa dirinya dan siapa tuhan-nya ? Insya Allah pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan.

