Friday, February 11, 2011

Menyemarakkan Syiar Islam

Syiar Islam

            Menggambarkan makna Syiar, dekat dengan kata siaran. Berarti membuminya syariah ( undang-undang / program Allah di muka bumi ) dengan Islam sebagai sistem-Nya. Islam yang Allah turunkan dari masa Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad SAW, senantiasa memberikan kedamaian, ketenangan, dan keselamatan di dunia maupun nanti di akhirat. Islam merupakan satu agama Tauhid, yang dibawa para Nabi. Jika Anda sering membaca al-Quran, maka anda akan menemukan bahwa Nabi Sulaiman, Nabi Musa dan bahkan Nabi Ibrahim ( Bapak Para Nabi / Abbul AnbiyaA ), mereka mengaku seorang muslim “…. Innii kuntu minal muslimin…”

            Ada hal yang mau diluruskan disini, sebenarnya, syariah Islam dan hukum-hukum Islam senantiasa memberikan manfaat, maslahat, keberkahan, kedamaian dan ketentraman bahkan jaminan keselamatan, itu bukan hanya berlaku untuk segolongan ummat, tapi ini berlaku universal. Islam adalah agama Universal, Muhammad SAW diutus Allah untuk menyempurnakan akhlaq ( attitude ) ummat manusia hingga akhir zaman. Jadi, sebenarnya jangan sekeptis jika syiar Islam ditegakan dan disemarakan di kalangan kita, khususnya. Karena sejatinya akan memberikan dampat positif yang berbanding kuadrat bagi kita kaum muslimin begitupun dengan non muslim. Pengalaman Empirik telah membuktikannya ( lihat shirah Nabawi ).

            Ada pertanyaan yang terbersit di pikiran penulis, lantas, mengapa kita harus menyiarkan Syiar Islam ???  Hingga muncullah jawaban seperti ini, Islam adalah Sistem kehidupan yang Allah ciptakan untuk seluruh manusia ( bahkan golongan jin pun ), Allah mensetting hukum-hukum-Nya dalam kitab Undang-Undang Dasar, yang kita sebut Al-Quran dan As-sunnah, agar manusia mampu menjalankan misi hidupnya itu ( Q.S.Ad-Dzariyat : 56 ), maka Allah mengutus Rasul untuk menjadi Modelling.  Dalam hal ini, berarti Islam sebagai satu-satunya Agama Tauhid, yang Allah ( sang khaliq semesta Alam ) turunkan untuk seluruh ummat manusia hingga akhir zaman, akan senantiasa relevan dan menyesuaikan dengan kondisi Zaman. Yang jadi pertanyaan, apakah nalar mereka ( yang membantah kebenaran ) telah sampai pada kejernihan berpikir dan berhasil memahami Isyarat kebenaran hakiki ini, atau tidak ?

Saatnya menghidupkan kembali Syiar Islam, langkah pertama  dari kampus

Sebagai sebuah ideologi sosial, Islam juga menderivasi ateori-teori sosialnya sesuai dengan paradigmanya untuk transformasi social menuju tatanan masyarakat yang sesuai dengan cita-citanya. Oleh karena itu, menjadi sangat jelas bahwa Islam sangat berkepentingan pada realitas sosial, bukan hanya untuk dipahami, tapi juga diubah dan diarahkan. Tidaklah Islami misalnya, jika kaum muslim bersikap tak acuh terhadap kondisi struktural masyarakatnya, sementara tahu bahwa kondisi tersebut bersifat munkar.

Inilah saatnya, kita memulai langkah dari lingkungan kita sekarang ( kampus ), karena hidup dengan syiar Islam adalah menjadi suatu keniscayaan yang Indah dan Spketakuler.
Kemudian, Bagaimana kita menyemarakan syiar Islam ini ??? Khususnya di kampus


Optimalisasi Media

            Media merupakan sebuah sarana paling efektif untuk syiar Islam, pun untuk membentuk opini publik. Dengan konteks zaman multidimensi dan multi krisi seperti ini, maka dakwah Islam ini pun mesti multidimensi pula memasuki ranah tersebut. Opini publik sangat mudah terbentuk atau berubah dengan perantaraan media. Kenapa penulis mengatakan  media itu sangat urgen dalam syiar Islam ? karena media mampu mempengaruhi opini publik, bahkan merubah dan atau membangun opini publik yang baru. Sangat cepat sekali waktu yang dibutuhkan media untuk mempengaruhi. 

            Media, bermanfaat atau tidaknya tergantung pada manusia itu mengendalikan dan mengarahkan orientasi media-nya. Kita, sebagai kaum muslim, para dewasa muda yang terdidik, sudah saatnya mengoptimalkan media yang ada  untuk syiar Islam, untuk terwujudnya tatanan sosial yang sesuai dengan kehendak Allah. Hingga kita diberkahi Allah SWT..

            Banyak media yang bisa kita gunakan untuk menunjang syiar Islam ini. Sebut saja media seperti broadcast, online ( facebookj, blog, website,dll ), media cetak seperti buletin dan majalah ataupun pamflet, atau jadikan pula HP kita ini sebagai media dakwah, manfaatkan SMS Gratis ataupun Bayar paket. Mungkin dalam beberapa dekat ini, kita bisa membuat radio di fakultas yang bisa tersiar ke semua kelas di fakultas ( terus seperti itu sampai ke level tertinggi dalam jangkauannya ). Manfaatkan dan berkreatifitaslah untuk menjadikan apapun sebagai media dakwah syiar Islam ini… Bahkan setiap kaum muslim dengan kekhasan masing-masing potensi dan keterampilannya bisa turut menyumbang dalam pengadaan media baru atau mengoptimalissaikan media yang telah ada, guna syiar Islam tersampaikan dengan indah, sebagaimana mestinya. Bagi teman-teman yang berkecimpung di organisasi atau UKM di Kampus, maka alangkah baiknya jika itu dimanfaatkan sebagai media, dengan tanpa mengubah konten atau struktural organisasi, sinergiskan dengan dakwah syiar Islam.


Kajian Keislaman

            Cara efektif yang kedua yaitu dengan dilakukannya kajian-kajian ilmu dan keislaman, kajian-kajian kontemporer atau isu-isu terkini dan kajian Islam utuh.  Dengan konteks dan ruang lingkup di wilayah civitas akademika, maka kajian merupakan sesuatu yang efektif untuk sarana  dakwah syiar Islam. Kajian-kajian yang dilakukan bisa mempengaruhi dan menjelaskan secara jernih dan nyata bahwa syair Islam itu indah, selalu relevan, berlaku universal dan berasaskan adil bijaksana, hingga sampai ke titik tertinggi kajian itu sendiri mengenai, siapa kita ( manusia itu ) ? Apa orientasi kita ? mengapa kita dihadirkan ke muka bumi ? siapakah yang mengatur ini semua dan dengan tujuan apa sistem ini tercipta ?

            Kajian ini, dibuka untuk semua mahasiswa ataupun dosen yang mau ikut bergabung. Kajian Diskusi dan dialektis akan memungkinkan bertemunya dua pikiran yang berbeda, disana jika yang menjadi orientasinya kebenaran hakiki, maka InsyaAllah Allah akan memudahkan kita untuk melakukan kajian-kajian serta membimbing kita untuk menjelaskan dan mengetuk semua titik hidayah di Qalbu tiap insan ( God Spot ), hingga nanti suatu hari, Islam akan bercahaya, menyinari dunia, makhluk dan seisinya.

            Kajian-kajian ilmiah dan keislaman ini, akan membantah bias-bias paradigma tentang syiar Islam  atau dakwah Islam. Juga sebagai metode domokratis untuk memberikan titik temu, antara masalah-masalah sosial dengan konsep Islam yang senantiasa relevan sebagai solusi.

            Kajian-kajian Keislaman perlu dijaga ketat dengan berpegang teguh pada prinsip Quran Sunnah, karena yang penulis khawatirkan ada yang berkepentingan, yang melencengkan kajian-kajian keislaman justru untuk mendestruksi esensi-esensi dan nilai-nilai Islam itu sendiri. Kaum orientalis atau Islam Liberal, misalnya.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggal Pesan & Komentar